Hush, Hush (Sebuah Resensi)

Judul Buku          : Hush, Hush
Penulis                : Becca Fitzpatrick
Penerbit              : Ufuk Publishing House
Tahun terbit        : 2009
Harga                 : Rp.69.900
Tebal                  : 488 halaman
Tokoh                 : Nora, Patch, Vee, Elliot, Jules, Ibu Nora, Dabria




KETIKA MALAIKAT KEHILANGAN SAYAPNYA

Hari itu hidup Nora tiba-tiba berubah, tepatnya setelah saat guru biologi menukar teman semejanya. Nora harus rela sahabatnya Vee ditukar tempat dengan Patch, sang murid misterius. Sosok laki-laki asing yang entah bagaimana ternyata mengetahui tentang dirinya jauh lebih banyak dari yang Nora duga. Selain kemunculan Patch yang tiba-tiba, serangkaian kejadian aneh dan menakutkan yang membahayakan nyawa Nora pun mulai terjadi. Kejadian yang selalu melibatkan Patch dengan hadirnya yang ganjil di setiap suasana.

Ketakutan-ketakutan ini membuat Nora resah tercekam sekaligus semakin merasa tertarik pada pesona Patch. Nora merasa Patch sangat berbahaya namun sayangnya, dia tak dapat menghindari untuk terus menyukai dan mendekati kemisteriusan Patch. Dia berusaha keras untuk mengetahui siapa Patch sampai pada akhirnya Nora tahu bahwa Patch adalah malaikat yang dilempar ke bumi dan kehilangan sayapnya. Bahwa alasan awal Patch mendekatinya adalah untuk menjadikan Nora sebagai tumbalnya.

Mengapa Patch di lempar ke bumi? Untuk apa Patch mencari tumbal? Benarkah Patch yang mengejar nyawa Nora selama ini? Ataukah ada tokoh-tokoh tersembunyi lain? Dan pertanyaan penting lainnya: Siapakah Nora sendiri sebenarnya?
Jawabannya ada di novel ini bila kita membacanya lebih jauh. Dan di situlah keasyikannya, ketika menemukan jawabannya sendiri pelan-pelan sampai akhir cerita yang mengejutkan. Tidak perlu enggan melihat ketebalan bukunya, karena novel Hush,Hush ini adalah salah satu jenis buku yang membuat kita tak bisa bergerak dari tempat duduk. Kita ingin membaca halamannya terus dan terus. Kita akan merasa seperti Nora yang terus bertanya, siapa sebenarnya Patch? Siapa pelakunya? Mungkinkah dia? Atau dia?

Becca Fitzpatrick, penulis novel ini adalah seorang sarjana di bidang kesehatan yang segera ia lupakan karena kesibukannya menulis. Di debut novel perdananya ini, ia dengan lincah menyuguhkan alur yang halus. Ketegangan demi ketegangan dapat terus dijaga dari awal sampai akhir sambil diselingi dengan dialog-dialog cerdas nan lucu. Deskripsi latar situasi juga mengagumkan. Dengan bahasa sederhana, tempat-tempat gelap dan seram dapat digambarkan dengan pas sehingga kita dapat dengan mudah membayangkannya.

Hush, Hush menawarkan karakter-karakter yang menarik dan tidak berlebihan. Di sana kita belajar everything happens by a reason. Dunia tidak selalu hitam putih. Seperti Patch yang tidak bisa diduga. Kadang dia berlaku baik, kadang tidak. Selanjutnya bisa baik lagi, selanjutnya lagi entah apa. Seperti kehidupan kita sendiri.

Dan saya pribadi sangat tertarik dengan covernya. Gambaran seorang laki-laki berpostur maskulin melayang bak tanpa harapan di udara dengan sayapnya yang patah dengan latar belakang bilur-bilur warna awan bergradasi dan dibatasi tepi bawah yang bernuansa hitam gelap sungguh memikat. Selain itu tentu kelebihannya adalah keunikan cerita hubungan antara malaikat dan manusia yang selama ini belum pernah ditulis. Sebagai bandingan menurut saya, bila kau suka Twilightnya Stephanie Meyer, maka kau akan lebih suka buku ini.

0 komentar:

Post a Comment