Ery oh Ery...

Hwaaa..... penyakit kulit teteuppp membingungkan... (kaya kasus yang lain pinter aja:D), mengingat gambarannya 'tampak' di kulit, seharusnya lebih mudah ditebak kan? Tapi ternyata tidak seperti itu.. Apalagi saat pasien banyak, yang antri ga sabar.. makin 'schizophren' lah mata dan otak. tidak sinkron..


Minggu-minggu ini aku dapat kasus kulit lumayan banyak dan lumayan bingung(menyesal menggosip saat dosen mengajar T_T).
Tapi apa memang yang bisa kau harapkan saat keluhan hanya 'gatal' dan 'merah-merah?? *sigh*....
Aku selalu menyandarkan  pada kartu truf di puskesmas: diagnosa 'suspect' biasanya efektif untuk mengurangi rasa bersalah..:D


Dan pula, diagnosa kadang ga terlalu 'penting' untuk terapi. lha wong obatnya itu-itu juga....


Tapi ga salah, kita belajar  lagi yuks.... biar ilmu ga mandek.. dan ga kosong melompong lagi kalau ada kasus ulangan. Juga, tak ada ilmu yang sia-sia bila untukNya. benar??



Salah satu kasus yang kudapat baru-baru ini adalah kasus susp.erysipelas.. (sayang aku ga sempat foto).
Pasiennya seorang bayi berusia kira-kira 8 bulan. Keluhan bengkak dan merah mulai muncul sejak 1 hari yll, tampak UKK eritema (Ada berapa macam UKK? hueeekss..nanti aja ngapalnya) di tungkai bawah distal kanan,oedema lokal, kalor.  gejala konstitusi minimal. oya, UKKnya berbatas antara tegas dan tidak tegas.. (serius...pada saat ini aku ga yakin lagi apa itu berbatas tegas atau tidak)?? *menyedihkan*

ERISIPELAS


Apaan itu?

Infeksi kulit superfisial yang diakibatkan oleh bakteri. Khasnya meluas sampai ke jaringan limfe kutis.

Saat masa pertengahan, disebut sebagai  "St Anthony's Fire," dari nama yang orang mesir yang berhasil menyembuhkannya.  Dulu disebabkan oleh  Streptococcus pyogenes.Tapi distribusi dan etiologi berubah, sekarang lebih banyak menyerang tungkai dan penyebabnya adalah  non–group A streptococci.


Patofisiologinya?

Inokulasi bakteri melalui trauma di kulit. juga, faktor lokal bisa menjadi port d'entry seperti venous insufficiency, stasis ulcerations, inflammatory dermatoses, dermatophyte infections, insect bites, and surgical incisions. (Kalo influenza bisa ga ya???ga tau....)

Klinis: 
mungkin ada riwayat trauma baru atau pharyngitis(AHA!bisa juga ternyata). Prodromal symptoms, seperti:  malaise, menggigil, and demam tinggi, sering terjadi sebelum lesi terlihat dalam 48 Jam. Gatal, panas dan bengkak adalah keluhan yang khas.

UKK: 
- erisipelas muncul dalam bentuk bercak eritema menjadi merah, bengkak dan plaque yang mengkilat.
- Biasanya secara klasik, menunjukkan batas tajam yang tegas. 
- Tanda Umum inflamasi.  (hapal kan? yang kalor, dolor,rubor de es te de es te)
- keterlibatan limfe dimanifestasikan menjadi: bercak-bercak memanjang iregular di kulit (Apaan siy?ga kebayang) dan limfadenopati regional.
- Kalo yang lebih parah: bisa berupa vesikel, bullae dan peteki bahkan nekrosis.
contoh gambar ery:






 
 
Terapi:

- tinggikan ekstremitas yang terkena, biar ga tambah bengkak

- Dressing dengan salin untuk lesi berbentuk ulkus dan nekrosis. 

- Karena streptokokus penyebab terbanyak, Jadi first-line therapynya adalah Penicillin. (wowww....penicillin masih ada ya zaman sekarang?). Dipakenya secara oral atau i.m selama 10-20 hari.
Dosisnya penicillin:
Adult
Penicillin G procaine: 0.6-1.2 million U IM bid for 10 d
Penicillin VK: 250-500 mg PO qid for 10-14 d
Pediatric
Penicillin G procaine:
<30 kg: 300,000 U/d
>30 kg: Administer as in adults
Penicillin VK:
<12 years: 25-50 mg/kg/d PO divided tid/qid; not to exceed 3 g/d
>12 years: Administer as in adults

Tapi berani gitu pake penicillin??



- kalo alergi penicillin, cephalosporin atau macrolide, seperti erythromycin mungkin berguna.
Dosisnya eritromisin:
Adult
250-500 mg PO qid for 10 d
Pediatric
30-50 mg/kg/d (15-25 mg/lb/d) PO divided q6-8h; double dose for severe infection





Diagnosa banding:

Selulitis.
Dibedakan lewat khasnya si Ery yaitu batasnya yang tajam dan berbatas tegas yang menandakan infeksinya lebih superficial. dan Selulitis tidak nyampe ke limfe jadi ga ada bercak-bercak yang ga teratur.




Nah,yang ini selulitis (Apa bedanya yaa???)




Nah, silakan direnungi deh kang Ery ini....

sumber: Emedicine

2 komentar:

  • kalau ketombean itu masuk kategori mana, kadang shampho pengaruhnya tinggi sekali, bila tidak cocok ketombe sangat tebal, bila lumayan kadang berkurang.

  • Kalo ketombean lain lagi penyebabnya...biasanya karena jamur. Jadi bagus tuw kalo menggunakan shampo yg mengadung anti jamur seperti zinc atau yang lainnya...*sungguh,aku tidak menyebut merk*

Post a Comment